Bersihkan Atap Dari Debu Kelud, Ratusan Warga Terjatuh Dari Atap Jumat, 14 Februari 2014 imam news - Ratusan warga Kediri, Jawa Timur (Jatim), kini dirawat di rumah sakit pasca letusan Gunung Kelud, Kamis 13 Februari 2014 malam. Sebagian warga terpaksa dirawat di rumah sakit setelah terjatuh saat membersihkan atap rumahnya dari hembusan abu vulkanik Gunung Kelud. Seperti yang terdata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran, Kota Kediri, sebanyak 59 warga mengalami luka ringan hingga berat lantaran jatuh dari atap rumahnya. Seperti yang dialami Zainuri, warga Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Dia mengaku terjatuh setelah tergelincir dari atap hingga punggungnya mengalami retak. "Begitu Gunung Kelud meletus yang disusul hujan abu, saya langsung membersihkan atap karena khawatir tumpukan debu meruntuhkan bangunan. Namun justru saya terjatuh karena atap yang licin," tuturnya seraya sesekali meringis kesakitan saat ditemui di rumah sakit, Sabtu (15/2/2014). Sementara itu, Dokter RSUD Gambiran Ramad Juni mengatakan, mayoritas pasien yang masuk rumah sakit adalah korban jatuh dari atap ketika membersihkan pasir. Menurutnya, rata-rata pasien mengalami cidera patah tulang dan cidera otak. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, selain di RSUD Gambiran, terdapat 43 warga lainnya yang juga terjatuh dari atap saat membersihkan atap rumah mereka. Mereka di antaranya dirawat di Rumah Sakit Baptis dan Rumah Sakit Pelem Pare. imam news - Ratusan warga Kediri, Jawa Timur (Jatim), kini dirawat di rumah sakit pasca letusan Gunung Kelud, Kamis 13 Februari 2014 mala... Read More
Korban Tewas Erupsi Gunung Kelud Bertambah Menjadi 3 Orang Imam News - Korban tewas erupsi Gunung Kelud terus bertambah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, korban tewas telah mencapai riga orang. "Tiga orang tewas dan 76.388 jiwa mengungsi dari erupsi Gunung Kelud," ujar Sutopo, kepada Sindonews, Jumat (14/2/2014). Sebelumnya, Sutopo mengabarkan, korban tewas dalam bencana erupsi Gunung Kelud berjumlah dua orang. Namun, setelah dilakukan pengecekan langsung, jumlahnya mencapai tiga orang. "Adanya nama korban dan usia yang berbeda dengan release sebelumnya, disebabkan informasi dari tetangga yang tidak sama. Di desa, warga mengenal korban dengan sebutan nama yang berlainan," terangnya. Ketiga korban tewas yang berhasil diidentifikasi adalah Mbok Nya (60) warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, meninggal karena mengalami sesak nafas akibat abu vulkanik. Korban kedua adalah Sahiri (70) warga Dusun Ngutut, Desa Pandasari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, meninggal karena tertimpa tembok saat menunggu kendaraan evakuasi. Korban ketiga adalah Sanusi (80) warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, meninggal karena mengalami sesak nafas saat berlindung di bawah meja. "Ketiga korban tinggal di desa yang berada di radius 7 kilometer dari puncak kawah Gunung Kelud. Tebal abu di lokasi korban meninggal mencapai 20 centimeter. Saat ini, masih ada evakuasi sebagian warga yang masih berada di radius 10 kilometer," terangnya. (imm)Sumber : sindonews.com Imam News - Korban tewas erupsi Gunung Kelud terus bertambah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencan... Read More
Motivasi Lampu Lalu Lintas Pembawa Bencana Jumat, 24 Januari 2014 Yuhu sekali sekali ahh share artikel yang bernada motivasi gitu. Biar kaya botak botak indonesia semakin terkenal nih blog, iklan nya juga semakin banyak yang Click *amin*. Dari kejauhan, di persimpangan lampu lalu lintas di perempatan jalan itu masih menyala hijau. Sebut saja dia Maya. Maya kala itu tidak mau terlambat . Apalagi ia tahu bahwa perempatan jalan disana cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Tetapi dikala itu maya melihat jalanan yang sepi. Lalu lampu berganti kuning. Hati maya berdebardebar begitu kerasnya. Tiga meter menjelang garis polisi lalu maya bimbang apa yang harus dilakukan "Aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak" sambil berpikir dan maju perlahan lahan dengan motornya. "Prikitiew!" Di seberang jalan seorang polisi dengan gagahnya melambaikan tangan meminta ia untuk berhenti. Lalu Maya menepikan kendaraan dan melihat spion motornya. Lalu dia menyadari bahwa yang menjadi polisi adalah seorang mantan dia waktu SMA dulu. "Hai, kita ketemu lagi disini, maaf saya melewati lampu merah tetapi saya melihat lampu itu masih kuning" sahut Maya membuka pembicaraan. "Iya saya maafkan kok. Tapi sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini" sahut Polisi. "Jadi kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala" sahut Maya dengan nada menurun. "Tetapi Maya maaf ini adalah tugas saya untuk yang melanggar peraturan, Tolong keluarkan SIMmu" sahut polisi tadi. "Baiklah ini SIM saya pak" sahut Maya dengan agak sedikit kesal.Lalu polisi menulis sesuatu diatas buku tilangnya itu. Beberapa saat kemudian Polisi tadi menyerahkan kertas tilangnya. Maya memandangi wajah Mantan pacarnya yang menjadi polisi itu dengan agak sedikit kesal. Tanpa berkata polisi tadi kembali ke posnya. Tetapi Maya bingung karena SIMnya dikembalikan bersama sebuah catatan. Kenapa dia tidak menilangku? Lalu catatan ini apa ? Buru buru Maya membacanya dan tulisannya seperti ini "Halo Maya, kamu tahu tidak, Dahulu saya mempunyai seorang anak. Tetapi ia meningga. tertabrak pengemudi yang mengebut dan menerobos lampu merah. Lalu penabrak itu hanya dihukum dengan hukuman 3 bulan kurungan penjara. Kami sekeluarga dirumah berharap kami diberikan seorang anak lagi untuk kami peluk dan kami sayangi. Tetapi Tuhan tidak menghendaki nya. Betapa sulitnya May, nyawa seorang anak ditukar dengan hukuman 3 bulan penjara". Lalu Maya menangis dan berpikir keras tentang tulisan ini. Lalu Maya mencari kembali polisi itu dan ingin meminta maaf langsung. Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari rekan atau mantan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati hati dan bersungguh sungguh. Sayangilah hidupmu dan sayangilah kehidupan orang lain, jangan mencoba bertindak bodoh. Memang menerobos lampu merah adalah hal sepele, tetapi akibat dari menerobos lampu merah itu yang sangat fatal akibatnya. Patuhi peraturan lalu lintas. Keluarga bisa menunggu dirumah, tetapi nyawa orang lain melayang tidak dapat ditunggu. Bahkan jika hanya masuk BUI selama beberapa tahun, itu tidak adil, karena setelah bebas dia dapat bersenang senang kembali. Sayangi hidupmu dengan mematuhi peraturan lalu lintas. Sumber Artikel : Biar in Fakta Yuhu sekali sekali ahh share artikel yang bernada motivasi gitu. Biar kaya botak botak indonesia semakin terkenal nih blog, iklan nya juga... Read More