Kisah Hantu Flying Dutchman Senin, 21 April 2014 Kisah Flying Dutchman Pada Tahun 1500-1800an "catatan sejarah ternyata memuat banyak versi cerita dari Flying Dutchman. Salah satu yang tertua kisah mengenai para pelaut Belanda yang sangat ambisius dalam menaklukan lautan. Pada tahub 1500 - 1600, jauh sebelum Inggris memiliki armada laut yang kuat, Belanda di kenal sebagai penakluk lautan. Di sebutkan bahwa kapten Van Straaten adalah kapten yang telaten dan giat dalam mengarungi laut serta samudra, dan bersedia untuk mempertaruhkan segalanya untuk menjadi kapten terkuat. Namun karena keserakahan dan keangkuhannya maka Van Straaten di hukum oleh alam untuk hidup selamanya di atas kapal tanpa bisa berlabuh ke dermaga!!! Kabarnya kapal yang dinamainya The Flying Dutchman sering berkeliaran di daerah Cape of Good Hope di bagian selatan Afrika. dalam mitos setempat, kapal hantu Van Straaten dapat menularkan kutukan. Alhasil para nelayan dan pelaut di anjurkan untuk merubah haluanjika mereka berpapasan dengan The Flying Dutchman. Lebih lanjut lagi pada tahun 1821 di temukan catatan tertulis pertama mengenai kisah The Flying Dutchman. Dalam salah satu edisi Blackwood's Magazine yang terbit bulan mei tahun tersebut, di ceritakan bahwa sebuah armada laut Belanda dikutuk karena telah menentang alam. Hendrick Van der Decken merupakan kapten dari armada itu. Cikal bakal terjadinya kutukan ini adalah ambisi Hendrick Van der Decken untuk menyelesaikan misi menemukan Cape of Good Hope. Namun sedikit berbeda dengan mitos tua The Flying Dutchman. Blackwood's Magazine menjabarkan lebih banyak detail mengenai perjalanan sang kapten. 7 tahun setelah misi diberikan, Hendrick Van der Decken belum juga menemukanCape of Good Hope. Walaupun paea awak kapal sudah merasa putus asa, namun karena sang kapten memiliki sifat yang tegas maka tidak seorangpun berani menentang keinginannya. SAmpai suatu malam Hendrick Van der Decken menemukan letak Cape of Good Hope dengan teleskopnya. Namun untuk mencapainya maka ia harus melewati badai yang menghadang didepannya. karena kesal terpaksa Hendrick Van der Decken mengumpat pada angin kencang yang menghadangnya. Tidak lama setelah itu kapal kecil berpapasan dengan kapal Hendrick Van der Decken, dan nelayan di kapal kecil itu memperingati sang kapten untuk tidak meneruskan perjalanan malam itu. Bukannya mematuhi atau setidaknya menghormati saran si nelayan, Hendrick Van der Decken malah kembali mengumpat bahwa ia lebih memilih dikutuk untuk berlayar selamanya sampai hari kiamat tiba dari pada harus mengalah dari alam. Seketika itu pula, betapun serasnya usaha Hendrick Van der Decken namun ia bersama awaknya tidak pernah menemukan dermaga untuk berlabuh. Beberapa kisah lainnya mengatakan Hendrick Van der Decken tidak dikutuk dan bahkan dia hampir bisa berlabuh. Tapi sayang semua awak kapalnya terkena wabah pes sehingga mereka tidak di perbolehkan untuk berlabuh karena takut akan menularkan penyakit itu pada penduduk kota. Karena tidak mendapatkan pertolongan, eluruh awak beserta sang kapten tewas dalam pelayarannya di tengah lautan. Rasa sakit hati membuat mereka menjadi arwah penasaran yang terus mengarungi lautan dengan kapal hantunya. Versi lain mencatat bahwa terjadi pembunuhan sadis di kapal Hendrick Van der Decken yang memakan korban seluruh penghuninya!!!" Kisah Flying Dutchman Pada Tahun 1500-1800an "catatan sejarah ternyata memuat banyak versi cerita dari Flying Dutchman. Salah sa... Read More
Umi Bozu Hantu Jepang Pemakan Kapal Laut Sabtu, 22 Februari 2014 Wohooho berjumpa lagi bersama saya Imam Admin Ganteng & Kece Tentunya. kali ini gue mau share hantu, hantu laut dari jepang yang suka nya makan kapal kapal penumpang. Siapakah dia ? Umi Bozu yokai yang hidup di air tepatnya di perairan jepang. Umi Bozu adalah yokai air yang pertama kali ditemukan sebenernya masih banyak yokai lainnya tetapi keadaannya masih misterius diluarsana. Penampilan atau bentuk Umi Bozu sebenarnya tidak diketahui karena kebanyakan orang hanya melihat dari bahu lalu keatas, tetapi mereka tampak kasar, humanoid dalam bentuknya, berkulit hitam pekat dengan tinta dan sepasang bola mata yang besar. Saksi mata melaporkan Umi Bozu tampil dalam banyak ukuran dari sedikit lebih besar dari sebuah kapal, bahkan bisa lebih besar lagi sehingga tak terbayangkan wajah bulat mahluk itu yang hanya terlihat di atas air. Kepalanya halus dan bulat seperti seorang biarawan terhormat dan tubuhnya yang telanjang dan hitam seperti bayangan. Beberapa laporan membuat mereka menjadi lebih serpentine, sementara yang lain membuat mereka menjadi lebih berhantu, seperti semacam raksasa funa. Umi Bozu muncul di malam yang tenang dan sunyi, ketika tidak ada tanda tanda sesuatu yang luar biasa. Tiba tiba, tanpa peringatan, gelombanda dan cambuk cuaca menjadi kondisi marah dan keluar dari keributan itu. Bergerak untuk menghancurkan kapal, baik dengan menghancurkan lambung dalam satu pukulan, atau mengambil kebawah sedikit demi sedikit lalu menarik keatas lagi, tergantung dari kedua kapal dan Umi Bozu. Kadang kadang, bukan nya menghancurkan kapal seorang Umi Bozu akan menuntut per barel dari kru kapal. Ia menggunakan ini untuk menuangkan sejumlah besar air ke geladak kapal, dan perahu akan cepat tenggelam. Jika di beri barel dengan bagian bawahnya dihapus, Umi Bozu akan meraup sendok dan itu tidak akan terpengaruh apa pun, dan para pelaut akan dapat membuat yang beruntung lolos. Ada yg bilang asal mulanya Umi Bozu adalah Roh Imam yang tenggelam, yang dilemparkan ke dalam laut oleh penduduk desa yang marah (Ini juga ada kaitannya dengan nama mereka). Imam ini kemudian berubah menjadi hantu karena sifat mengerikan dari kematian mereka, mereka membuat sepupu mereka ditakuti funa. Bagaimanapun itu Umi Bozu hidup di lautan yang dalam di Laut Pedalaman Seto, dan bahwa mereka adalah nenek moyang dari berbagai macam yokai air lainnya. Karena penampakan yang langka dan hampir selalu fatal ada kemungkinan bahwa hakikat dan asal semangat ini akan tetap menjadi untuk waktu yang sangat lama.sumber : Biar-in Wohooho berjumpa lagi bersama saya Imam Admin Ganteng & Kece Tentunya. kali ini gue mau share hantu, hantu laut dari jepang yang suka ... Read More
Kisah Kashima Reiko-san ( Hantu Jepang ) Jumat, 17 Januari 2014 Sejarah : Kashima Reiko-san tadinya adalah wanita yang tinggal di Hokkaido, Jepang. Suatu malam, dia diserang oleh sekelompok orang. Mereka menyiksanya secara sadis kemudian ditinggalkan begitu saja. Dia mencoba meminta pertolongan tapi tidak ada yang mendengarnya. Dia merangkak sepanjang jalan dan sampailah dia di jalur kereta dan jatuh pingsan disana. Kereta datang dan menggilasnya hingga terpotong menjadi dua. Sejak saat itu, hantunya penasaran dan ingin balas dendam dan dia mengembara ke penjuru dunia mencari kakinya yang hilang. Sering ditemui di kamar mandi sekolah, tetapi bisa juga muncul di kamar mandi rumah pada tengah malam. Jika bertemu dan jalan keluarnya : Jika dia menemui anda, dia akan bertanya "Dimana kaki saya?" jawablah.. "Di Expressway Meishin". Kemudian dia akan bertanya lagi, "Siapa yang bilang begitu?", jawablah "Kashima Reiko-san mengatakan kepada saya". Kashima Reiko-san adalah legenda perkotaan di Jepang tentang hantu seorang wanita tanpa kaki yang menghantui kamar mandi sekolah. Sejarah : Kashima Reiko-san tadinya adalah wanita yang tinggal di Hokkaido, Jepang. Suatu malam, dia diserang oleh sekelompok orang. Merek... Read More
Kisah Hantu Sadako ( Hantu Jepang ) Sadako, hantu dari jepang. Ciri cirinya yaitu wanita, mempunyai rambut panjang tetapi menutupi muka, dan memakai gaun panjang berwarna putih. Mirip seperti kuntilanak kalo di indonesia tetapi sadako ini sering keluar dari sumur dengan cara merangkak (gakelit). Menurut cerita sana sadako mati bunuh diri dengan cara terjun ke dalam sumur tua. Orang orang yg tinggal di sekitar sumur tersebut sering melihat Sadako berdiri di tepi sumur atau sedang merangkak keluar dari sumur (pukulbiarjatuh). Kutukan Sadako ini sangat kuat dan ia terus menyimpan dendam yg kuat kepada siapapun yg ia temui di sekitar sumur tempat ia bunuh diri. Jadi hati hati aja kalo ada sumur ya. Sadako Sasaki (7 Januari 1943 - 25 Oktober 1955) adalah seorang gadis berasal dari Jepang yang tinggal di dekat jembatan Misasa di Hiroshima, Jepang ketika itu tengah di jatuhi bom atom yg jatuh di Hiroshima. Sadako baru berumur dua tahun pada 6 agustus 1945 ketika itu ia menjadi korban dari bom atom tersebut. Pada saat ledakan itu Sadako sedang berada didalam rumah, sekitar 1 mil dari titik ledakan bom. Pada Januari 1955, bintik-bintik ungu sudah mulai terbentuk dan menjadi gumpalan yang membesar. Kemudian, dia didiagnosis dengan leukemia sebagai penyakit yang dideritanya, penyakit itu kemudian disebut sebagai “Sebuah Penyakit Bom Atom”. Pada tanggal 3 Agustus 1955, Chizuko Hamamoto, teman terbaik Sadako datang ke rumah sakit untuk mengunjungi dan memberi sebuah origami dari kertas yang dibuat menjadi Crane. Pada awalnya Sadako tidak mengerti mengapa Chizuko melakukan hal ini, kemudian Chizuko memberitahu cerita tentang karya cranes. Lalu dia mulai membuat crane sendiri sejak dia mendengar cerita itu, Orang Jepang dahulu mengatakan bahwa orang yang bisa membuat 1000 cranes akan mendapat apa yang diinginkannya. Versi cerita yang populer di Jepang adalah bahwa ia tidak berhasil membuat 1000 cranes dari tujuan awalnya, dia hanya memiliki 644 lipatan sebelum dia mati. Temannya yang berhasil menyelesaikan 1000 crane dikuburkan bersama dengan Sadako. Sedangkan versi lain menyebutkan bahwa pada akhir Agustus 1955 Sadako telah mencapai tujuan itu dan terus melipat cranes sampai dia mati. Cerita ini berasal dari buku Sadako dan Ribuan Kertas Cranes, sebuah pameran yang muncul di Hiroshima Peace Memorial Museum. Walaupun dia memiliki banyak waktu luang selama dia di rumah sakit untuk membuat cranes, ia tidak punya cukup kertas untuk membuat 1000 crane tersebut. Dia mendapat kertas dengan cara pergi ke kamar pasien lain untuk meminta bekas kertas hadiah yang sudah tidak digunakan lagi dan temannya, Chizuko yang selalu membawakan kertas setiap hari sepulang dari sekolah untuk Sadako. Selama waktunya di rumah sakit itu kondisinya semakin memburuk. Sekitar pertengahan Oktober, kaki kirnya bengkak dan berubah menjadi ungu. Dengan keluarga disekelilingnya Sadako meninggal pada pagi 25 Oktober 1955. Sadako, hantu dari jepang. Ciri cirinya yaitu wanita, mempunyai rambut panjang tetapi menutupi muka, dan memakai gaun panjang berwarna put... Read More